Gudang Penimbunan Solar Subsidi Digerebek Polda Sumsel

Hukum dan Kriminal 20 Aug 2026 04:52 2 min read 11 views By Apriyansah Karim

Share berita ini

Gudang Penimbunan Solar Subsidi Digerebek Polda Sumsel
Polisi mengamankan sedikitnya 5.350 liter solar subsidi yang diduga dikumpulkan secara ilegal untuk kemudian ditimbun dan diperjualbelikan kembali.

PALEMBANG - Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dibongkar Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan. Polisi menggerebek sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penampungan solar subsidi di kawasan Jalan Kolonel Sulaiman, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 5.350 liter solar subsidi yang diduga dikumpulkan secara ilegal untuk kemudian ditimbun dan diperjualbelikan kembali.

Selain mengamankan ribuan liter solar, polisi juga menemukan tiga unit mobil Isuzu Panther dan satu truk yang telah dimodifikasi dan diduga digunakan untuk mengangkut BBM hasil pembelian berulang di sejumlah SPBU.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Andrie Setiawan mengatakan, para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan memanfaatkan barcode pembelian BBM secara berulang. Mereka juga diduga menyiapkan sejumlah pelat nomor kendaraan untuk mengelabui sistem maupun petugas.

"Jadi modus para pelaku ini menggunakan barcode yang berulang-ulang, sudah ganti-ganti yang mereka dapat. Mereka juga menyiapkan pergantian pelat nomor yang sudah disiapkan oleh para pelaku," kata Andrie dalam jumpa pers, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, modus tersebut dilakukan dengan cara mengisi BBM subsidi menggunakan kendaraan secara berulang dalam batas waktu tertentu. Setelah tangki kendaraan terisi, solar kemudian dibawa ke lokasi penimbunan.

Andrie menjelaskan, kendaraan yang digunakan pelaku dapat mengisi solar dalam jumlah tertentu. Setelah mencapai batas pengisian, pelaku kemudian menunggu hingga dapat kembali melakukan pengisian.

"Misalnya truk mengisi 80 liter. Kita mendapatkan mobil Isuzu Panther yang sudah dimodifikasi dan kita amankan dari penggerebekan. Setelah delapan jam, mereka akan mengulang lagi. Setelah mencapai batas, BBM tersebut langsung dibawa ke gudang penimbunan," jelasnya.

Dari hasil pengungkapan sementara, polisi menduga aksi tersebut dilakukan secara terorganisasi. Solar yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari SPBU kemudian dipindahkan ke gudang untuk ditimbun.

Polisi kini masih mendalami jaringan tersebut, termasuk mencari tahu pihak yang diduga menjadi otak sekaligus tujuan akhir distribusi BBM subsidi yang ditimbun.

"Namun saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. Kami masih melakukan pengejaran terhadap otak dan akan dibawa ke mana atau dijual kepada siapa. Inisialnya S dan saat ini masih dalam pengejaran," beber Andrie.

Tak hanya memburu sosok berinisial S, penyidik juga masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah SPBU yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembelian solar subsidi secara berulang tersebut.

Polda Sumsel akan menelusuri bagaimana para pelaku memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai distribusi tersebut.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan jumlah barang bukti maupun pihak yang terlibat akan bertambah setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

TVRI News Sumsel