Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Palembang 23 Aug 2026 08:08 2 min read 12 views By Redaksi TVRINews Sumsel

Share berita ini

Kabut Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Pantauan CCTV Kota Palembang di kawasan Masjid Agung Palembang

PALEMBANG – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Palembang, Minggu pagi (23/8/2026). Salah satu wilayah yang terdampak berada di sekitar Jalan Macan Lindungan dan Tanjung Barangan.


Kabut asap terlihat cukup pekat hingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut juga cukup sering mengalami kebakaran lahan, terutama saat musim kemarau.


Rendahnya jarak pandang pada pagi hari tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pengendara kendaraan maupun pejalan kaki diminta lebih berhati-hati ketika melintas di kawasan yang diselimuti kabut asap.


Dampak kabut asap juga dirasakan warga. Amy, warga Macan Lindungan, mengatakan dirinya terpaksa mengurungkan rutinitas lari pagi yang biasa dilakukan setiap Minggu.


“Pagi ini saya tidak lari pagi karena kabut asapnya terlalu tebal. Mata juga terasa perih, jadi lebih baik tidak keluar rumah,” kata Amy.


Kondisi serupa terlihat dari pantauan CCTV Kota Palembang di kawasan Masjid Agung Palembang yang mengarah ke Bundaran Air Mancur. Kabut asap putih tampak cukup tebal menutupi pandangan ke arah kawasan tersebut.


Sementara itu, data pemantauan IQAir menunjukkan kualitas udara Kota Palembang berada pada angka 198 AQI+, yang masuk kategori tidak sehat.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara saat ini. Terlebih, kabut asap diduga berkaitan dengan dampak kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan selama musim kemarau.


“Situasi ini harus kita waspadai bersama. Penggunaan masker sangat disarankan untuk menghindari paparan asap dampak kebakaran lahan di beberapa daerah di Sumatera Selatan selama musim kemarau,” ujar Fenty.


Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin tebal. Pengendara diharapkan menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan untuk mengantisipasi jarak pandang yang terbatas.


Selain menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, masyarakat diminta ikut mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun pembakaran sampah yang dapat memperburuk kondisi kualit

as udara di Palembang.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

TVRI News Sumsel